Ir. Wiratno, M.sc, lahir di Tulungagung pada Maret 1962. Ia mulai mengenal ilmu sosial dan humaniora ketika melakukan studi partisipatif di Desa Saneo – sebuah desa pinggir hutan di pojok timur Sumbawa – perbatasan Kabupaten Dompu dan Bima, Pulau Sumbawa pada 1986. Pria dengan nama kecil Inung ini, sejak itu semakin yakin bahwa guru terbaik bukan hanya kampus, tetapi di lapangan, di alam terbuka. Studi di Sumbawa itu membawanya menjadi Sarjana Kehutanan di Universitas Gadjah Mada.

Pada 1989 ia diterima bekerja di Balai Latihan Kehutanan Manokwari. Namun itu hanya dilaluinya sebentar karena di tahun berikutnya ia mendapatkan kesempatan mengikuti Post Graduate Program di ITC – Belanda, khusus mendalami Land Use Planning and Project Planning for Rural Development dengan lokasi kajian di Kabupaten Sukabumi. Master of Science-nya diraih di ITC pada 1993, dengan riset di daerah penyangga Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.

Tahun 1994-1998, ia bekerja pada Seksi Pemolaan Konservasi dan Ekosistem – Ditjen PHKA. Kemudian pada tahun 1999-2001, ia mendapat kepercayaan menjadi Kepala Unit KSDA di Yogyakarta.

Tahun 2001-2004, ia diperbantukan menjadi Analis Kebijakan di Conservation International Indonesia, dengan fokus Papua dan Siberut. Pada paruh pertama di CII, ia  berhasil menerbitkan bukunya yang pertama, bersama-sama dengan Daru Indriyo dan Ahmad Syarif, diedit oleh Ani Kartikasari, berjudul Berkaca di Cermin Retak: Refleksi Konservasi dan Implikasinya bagi Pengelolaan Taman Nasional. Pada paruh kedua masa penugasan di CII, penulis kembali menerbitkan buku kedua, berjudul: Nakhoda- Leadership dalam Organisasi Konservasi. Pada awal 2005 sampai dengan Agustus 2007, ia kembali diuji tugas sebagai Kepala Balai Taman Nasional Gunung Leuser, pasca tsunami dan dalam situasi konflik Aceh yang belum selesai. Penugasan hampir 3 tahun di Leuser, melahirkan buku dengan judul: Tersesat di Jalan yang Benar-Seribu Hari Mengelola Leuser. Penulis akhirnya ditarik kembali ke Jakarta dan ditugaskan sebagai Kepala Subdit Pemolaan dan Pengembangan, Direktorat Kawasan Konservasi dan Bina Hutan Lindung – Ditjen Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam, Kementerian Kehutanan. Setelah hampir 4 tahun bertugas di ‘Pusat’, penulis kembali ditugaskan di UPT, tepatnya sebagai Kepala Balai Besar KSDA NTT sejak Februari 2012. Periode 2014-Mei 2017, ia adalah Direktur Penyiapan Kawasan Perhutanan Sosial.

Pada Juni 2017, ia dilantik menjadi  Direktur Jenderal Konservasi dan Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Republik Indonesia.

KONTAK

DIREKTORAT JENDERAL KONSERVASI SUMBER DAYA ALAM DAN EKOSISTEM, KEMENTRIAN LINGKUNGAN HIDUP & KEHUTANAN
Gedung Manggala Wanabakti Blok 1 LT.8
Jl. Gatot Subroto
Jakarta 10270
@InungWiratno
@InungWiratno
(021) 5730301
(021) 5733437

Sending

© copyright 2018 | Ir. Inung Wiratno M.Sc.

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

Create Account